Kerajinan Bambu Tembus Pasar Ekspor

Kerajinan Bambu Tembus Pasar Ekspor

PRODUK kerajinan bambu menjadi salah satu potensi andalan Kabupaten Sleman. Bahkan produk kerajinan berbahan baku bambu ini mampu menembus pasar ekspor, seperti ke Jepang, Australia, Filipina, Korea, Jerman, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat. Produk yang dihasilkan berupa anyaman, mebelair bambu, kerajinan iratan untuk sangkar burung, ukiran dan lainnya.

Sukidi, salah satu pengrajin bambu yang produknya sudah mampu menembus pasaran ekspor. Di bawah bendera usaha Pusat Industri Bambu “Karya Makmur” yang berlokasi di Jalan Kebonagung Mlati, Sukidi mengaku perkembangan usaha kerajinan bambu cukup menjanjikan. “Selama 7 tahun usaha membuat produk-produk dari bambu, saya mendapatkan banyak pengalaman terutama dalam hal pengembangan desain produk,” kata Sukidi yang ditemui Bernas di tempat usahanya, Senin (19/4).

Banyak jenis produk kerajinan dari bambu yang dihasilkan Sukidi. Seperti mebelair, meja, kursi, penyekat ruang, pot bunga, tempat rias, gubuk (gazebo), membuat rumah dari berbagai ukuran serta membuat rumah makan dari bambu dan lainnya. Yang baru dikerjakan saat ini adalah membuat meja untuk kafe berupa satu unit meja kafe terdiri 1 meja atap serta 4 kursi dengan harga cukup tinggi.

Untuk satu set meja kafe, menurut Sukidi, dijual Rp 750 ribu. Produk ini merupakan pesanan konsumen lokal dari Klaten maupun Yogya sendiri. Selain itu juga mendapat pesanan rumah maupun gazebo berbahan baku bambu dari konsumen asal Boyolali. Harga gazebo bervariasi karena tergantung ukuran maupun model/disain atap yang diinginkan, misalnya, menggunakan anyaman dilapis plastik dengan penutup atap sirap atau ijuk. “Sebagai contoh, untuk gazebo biasa berukuran 3 x 3 meter dijual sekitar Rp 4,250 juta,” kata Sukidi.

Sementara untuk memudahkan pemasangan, biasanya produk bambu dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dibongkar pasang. Karena itu pembeli tak perlu khawatir untuk memasang karena sangat mudah.

Selain untuk memenuhi pasar lokal, produk Sukidi juga memenuhi pasar ekspor seperti ke Jepang, Australia dan Belanda. Untuk pasar ekspor biasanya buyers lebih suka produk warna putih dan harus dikerjakan dengan halus. Jenis produk yang paling disukai pasar ekspor umumnya mebelair seperti kursi sudut, kursi sofa dan lainnya.

Untuk memberi jaminan kualitas produk yang lebih baik dan tahan terhadap serangga, Sukidi mengaku memilih bahan baku yang memang benar-benar berkualitas dan tahan bubuk dengan diberi cairan anti bubuk. Dengan kualitas bahan baku yang baik maka mebelair bambu produksinya bisa bertahan lama. Untuk kebutuhan bahan baku bambu pilihan, Sukidi mendapat pasokan dari Purworejo, Kulonprogo dan dari Yogya. (Sumber: Harian Bernas)

Tentang Furniture Bambu ROSSE BAMBU

Mebel bambu awet, Pengawetan bambu, Furniture Bambu, Kerajinan bambu, Bambu Awet, Lincak bambu
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kerajinan Bambu Tembus Pasar Ekspor

  1. ahmad holakul berkata:

    pak saya minta info nya saya punya produk yang terbuat dari bambu juga, tapi berupa kerajinan tangan dan alat musik, klo bapak bisa bantu saya kita bisa join pak. thnks b4, saya tunggu balasan nya pak….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s