Bank Dilarang Minta Agunan KUR

Kamis, 26 Juni 2008 | 11:12 WIB

JAKARTA,KAMIS – Menteri Negara Koperasi dan UMKM Suryadharma Ali mengatakan bank dilarang meminta agunan kepada pengusaha kecil-menengah yang ingin mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR). “Kalau ada bank yang minta agunan itu salah. Jelas dilarang bank minta agunan untuk KUR. Sanksinya kita tidak sebutkan tapi kita akan beri teguran,” kata Suryadharma di Jakarta, Rabu (25/6) kemarin.

Bila pelaku usaha kecil mengalami hal tersebut, Suryadharma minta dilaporkan ke dinas koperasi dan UMKM di daerah. “Atau bersurat langsung ke saya. Nanti akan saya akan tangani tapi harus disertai referensi,” kata Ketua Umum PPP ini.

Kata Suryadharma tadi pagi dia menerima pesan singkat (SMS) dari seseorang yang mengaku berasal dari Pemalang, Jawa Tengah, yang isi SMS-nya mengeluhkan sebuah bank yang mensyaratkan agunan agar diberikan KUR.

“SMS-nya begini. Pak Menteri ternyata bank yang layani KUR masih minta agunan. Terus kami ajukan KUR satu bulan tapi belum keluar. Nah, nanti ini saya akan saya cek bank mana yang perlakukan kredit KUR seperti itu. Ini artinya kita serius salurkan KUR dan tak boleh bebani rakyat,” tutur Suryadharma.

Pada kesempatan itu, dia juga tengah memikirkan untuk menyalurkan KUR daerah terpencil maksudnya agar penyaluran KUR merata di seluruh Indonesia. “Nah misalnya Bank Mandiri itu tidak melayani kredit yang sangat mikro Rp 5 juta ke bawah kecuali dia menggunakan lembaga keuangan mikro itu. Jadi tidak melayani langsung tapi menggunakan lembaga keuangan mikro dan tidak melayani langsung,” jelasnya.

Selama ini bank penyalur KUR adalah BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, Bank Syariah Mandiri dan Bukopin. Belakangan keluar Inpres No 5/2008 tentang implementasi percepatan KUR, dimana selain bank di atas penyaluran KUR juga dibantu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang dikordinasi oleh Komnas Pemberdayaan Keuangan Mikro Indonesia (PKMI).

Menurut Suryadharma penyaluran KUR sejauh ini masih sangat bagus. Kata dia itu terbukti dari penyaluran KUR yang mampu menyerap 700 ribu debitur dengan kredit mencapai lebih dari Rp 7 triliun hingga 2 Juni 2008 sejak diluncurkan 5 November 2007 itu dan efektif sejak Januari 2008 lalu. (Persda Network/aco)

Tentang Furniture Bambu ROSSE BAMBU

Mebel bambu awet, Pengawetan bambu, Furniture Bambu, Kerajinan bambu, Bambu Awet, Lincak bambu
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s