Sejarah Rosse Bambu

Sejarah

Kelompok Usaha Kerajinan Mebel Bambu

“ROSSE BAMBU”

Di awali dari berbagi pengalaman dari berbagi masalah yang ada anak-anak muda yang ada di Dusun Gentan dan sekitarnya, hal tersebut mendorong semakin seringnya berkumpul dan mengobrol, tentang potensi yang ada didusun , semakin banyak pengrajin bambu tetapi sampai saat ini masih stagnan dari sisi penghasilan, kesejahteraan serta kemampuan yang ada kurang di di akomodir dalam sebuah usaha yang dapat menghasilkan bagi kesejahteraan anggotanya.

Ngobrol dengan beberapa pemuda antara lain Taryono, Mundakir, Muhdaris, Trimantoro, Samijo, Marzuni, Suyanto, Een, Dwi serta beberapa orang lain. Latar belakang dari berbagi pekerjaan antara lain Tukang Bambu disebuah perusahaan ekspor bambu yang cukup terkenal di Yogjakarta, kemudian ada juga pernah menjadi tukang bambu di sebuah sentra bambu di daerah Cebongan, ada juga yang murni tidak tahu sama sekali tentang bambu, dan ada juga yang setiap hari membuat lincak di rumah , kemudian saling berbagi mengenai keadaan jenis usaha yang akan dilakukan agar ada kegiatan untuk mengalihkan kegiatan-kegiatan yang kurang produktif menjadi produktif, serta penghasilan yang stagnan dan kurang pengalaman dalam mengerjakan bambu. Organisasi yang telah ada tetapi kurang aktif serta memberdayaakan para pengrajin bambu dan kurang berinovasi.

Berdasarkan dari kondisi organisasi atapun kelompok yang sudah ada menjadi cermin agar kelak organisasi yang dibentuk bisa lebih baik dan tertata sehingga ada hasil yang diharapkan menjadi tulang punggung keberhasilan pengrajin di Dusun Gentan, sehingga muncul generasi baru yang berkiprah di mebel bambu bukan hanya produksi saja tetapi juga, bertambah juga pengetahuan wawasan, desain, serta cara memperoleh keuntungan yang akhirnya para pengiat mencapai taraf kesejahteraan yang lebih baik lewat usaha bambu yang digeluti.

Dari komitmen tersebut maka pada tanggal 5 Mei 2008, berkumpul di tempat saudara Mundakir sepakat membentuk sebuah organisasi dengan nama “ROSSE BAMBU”, secara filosofis, Rosse bambu berarti ruas bambu yang dikenal cukup keras, tetapi mempunyai fungsi mempersatukan dan mempertemukan ruas satu dengan yang lain, sehingga diharapkan bukan hanya omongannya yang keras tetapi juga kinerja dan kerja yang keras serta ulet agar kelompok serta anggotanya dapat lebih baik lagi dan tambah maju. Sedangkan pada makna lain Rose berarti bunga mawar yang harum, serta warna yang menarik, sehingga diharapkan kelompok memberikan keharuman bagi anggota kelompok serta masyarakat.

Jadi Rosse Bambu diharapkan menjadi sebuah kelompok yang ulet, kerja keras, mumpuni, inovatif, serta dapat memberikan keharuman bagi anggota dan masyarakat.

Pada awalnya terbentuknya kepengurusan mempunyai komitmen bersama yaitu memajukan usaha kelompok dan membuka peluang kesejahteraan, terpilih yaitu saudara Muhdaris sebagai ketua sebagai tempat kontak person. Maka untuk melengkapinya maka dibentuk kepengurusan lengkap dari sekretaris, keuangan, Bidang Produksi, Bidang Quality Control, Pengadaan bahan, serta Marketing atau pemasaran.

Untuk dapat menjalankan roda organisasi maka diperlukan Iuran masing-masing anggota dengan kesepakatan bersama sebesar 100.000,- sebagai modal awal. Sehingga diharapkan dapat berkembang dan lebih besar lagi.

Berdasarkan modal yang ada saja maka pihak pengurus maju ke Dinas P2KPM Sleman, dan langsung bertemu dengan Bapak Dwijo Putro Bagian Perindustrian, dan diarahkan agar proposal yang disusun agar diperbaiki untuk diajukan pada Dana Pemberdayaan. Maka perbaikan proposal dilakukan dan pada akhir tahun 2008 mendapat dana pemberdayaan dari Pemerintah Propinsi DIY sebesar Rp.25.000.000, – yang digunakan untuk pembelian alat dan bahan untuk kelompok, terutama alat yang mendukung keberlangsungan produksi kelompok semisal , pangot, arit, martil, bor tangan, sedangkan bahan baku utama bambu, rotan, lem serta bahan pendukung lain juga dibeli dari dana bantuan tersebut.

Gayungpun bersambut, Desa Margoagung Sebagai pilot project pengembangan Desa Berbasis Komunitas atau Nieghborhood Development dan dikenal dengan Noto Deso, berupaya mengembangkan potensi kerajinan mebel bambu yang ada di Dusun Gentan, maka hal tersebut akan menjadi peluang yang cukup besar agar lebih maju lagi sehingga mampu menopang perekonomian masyarakat Dusun Gentan serta mampu mengembangkan usaha kerajinan mebel bambu yang ada.

Hasil dari kegiatan kelompok maka banyak produksi yang dihasilkan antara lain :

  1. Produksi Anyaman Ijuk

  2. Produksi Bed Segi 8

  3. Produksi Gasebo dengan berbagai model
  4. Produksi Berbagai Mebel Bambu, kursi Sudut dengan berbagi model

  5. Produksi Sketsel berbagi bentuk, untuk Warnet, slintru

  6. Produksi Bed dengan berbagi model
  7. Produksi lincak tradisional

Sebagi bentuk inovasi yang dilakukan adalah dengan mengunakan sistem knockdown atau bongkar pasang sehingga memudahkan dalam packing, serta pemasangan.

Untuk pengawetan, beberapa mebel bambu dengan

Untuk pemasaran disamping mengunakan sistem tradisional, rosse bambu juga mengunakan media dunia maya sehingga bisa online dan dapat dillihat di blog yang dirancang oleh anggota kelompok lincakgentan.wordpress.com atau rossebambu.wordpress.com. dan dapat melalui e-mail : lincakgentan@gmail.com dan rossebambu@yahoo.co.id. Pemasaran ini pun membutuhkan dukungan pengembangan agar dapat lebih baik lagi.

Pelatihan yang pernah di ikuti

  1. Pelatihan produksi mebel bambu dari Dirjen Logam dan kimia Departemen Perindustrian di Semarang 2009
  2. Pelatihan Ekspor Impor, dari Dinas perindustrian Proponsi, 2009
  3. Pelatihan sistem keuangan dan bisnisplan, 2009

Disamping produksi, maka untuk mengembangkan kemampuan dan kapasitas beberapa anggota kelompok juga mampu memberikan pelatihan produksi mebel bambu dan konsultasi tentang dasar-dasar perencanaan mebel bambu.

Demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s